Tuesday, 1 Rajab 1441 / 25 February 2020

Tuesday, 1 Rajab 1441 / 25 February 2020

Ketua DPR Minta Kematian Mahasiswa Diusut Tuntas

Jumat 27 Sep 2019 17:00 WIB

Rep: Nawir Arsyad/ Red: Muhammad Hafil

Keluarga memanjatkan doa untuk almarhum Immawan Randi (21) di RS Abunawas Kendari, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (26/9/2019).

Keluarga memanjatkan doa untuk almarhum Immawan Randi (21) di RS Abunawas Kendari, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (26/9/2019).

Foto: Antara/Jojon
Pelaku yang menyebabkan kematian mahasiswa harus ditindak.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo menyampaikan belasungkawanya, atas meninggalnya dua mahasiswa mahasiswa Universitas Halu Oleo, Kendari. Ia meminta peristiwa ini mahasiswa itu diinvestigasi dan diusut tuntas.

Baca Juga

"Saya atas nama pimpinan DPR meminta petugas keamanan, kepolisian untuk mengusut tuntas peristiwa ini dan mengusut tuntas siapa pelakunya," ujar Bamsoet di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (27/9).

Ia berharap kepolisian dapat mengusut tuntas peristiwa tersebut. Termasuk, kericuhan lain dalam aksi tolak UU KPK dan RKUHP yang menyebabkan timbulnya korban.

"Biarkan nanti kita berikan kesempatan kepada Polri untuk melakukan penyelidikan, bagaimana dinamika lapangannya kita serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian," ujar Bamsoet.

Selain itu, ia mengingatkan kepada semua pihak untuk tak mudah terprovokasi dalam aksi-aksi ke depannya. Agar, timbulnya korban jiwa tak kembali terjadi dalam ajang penyampaian aspirasi berikutnya.

"Saya meminta dan mengimbau kepada mahasiswa, jangan anarkis dan jangan terpancing provokasi. Yang bertanggung jawab adalah kita semua, kami semua di DPR juga ikut bertanggung jawab terhadap hal-hal yang terjadi," ujar Bamsoet.

Sebelumnya, mahasiswa Universitas Halu Oleo, Kendari, Muhammad Yusuf Kardawi mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Bahteramas, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Ia meninggal pada Jumat (27/9) pukul 04.17 WITA.

Yusuf mengalami perdarahan hebat di bagian kepala, sehingga harus menjalani operasi. Menurut pihak rumah sakit, kepala mahasiswa jurusan teknik itu retak dan mengalami gegar otak.

Selain Yususf, mahasiswa Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan Universitas Halu Oleo, Immawan Randi (21) juga menjadi korban tewas dalam demo tersebut. Randy tewas dengan luka tembak di dada.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA