Selasa, 1 Rajab 1441 / 25 Februari 2020

Selasa, 1 Rajab 1441 / 25 Februari 2020

Lenis Kogoya Minta Warga Papua tak Terprovokasi Hoaks

Senin 02 Sep 2019 12:41 WIB

Rep: Antara/ Red: Indira Rezkisari

Staf Khusus Presiden, Lenis Kagoya

Staf Khusus Presiden, Lenis Kagoya

Foto: Muhammad Rizki Triyana
Warga Papua diminta melapor ke kepolisian ketika menemukan kabar hoaks.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Staf Khusus Presiden untuk Papua Lenis Kogoya meminta warga di Papua dan Papua Barat untuk tidak terprovokasi oleh kabar bohong atau hoaks. Masyarakat harus melakukan klarifikasi ketika menerima sebuah kabar.

"Itu masyarakat harus hati-hati, karena pembohongan itu yang buat kita jadi ribut. Jadi lebih baik hati-hati dan menghindari hal itu," kata Lenis yang juga Ketua Lembaga Masyarakat Adat Papua ditemui di halaman Istana Negara, Jakarta, Senin (2/9).

Menurut Lenis, masyarakat harus mengklarifikasi kabar yang tersebar baik melalui pembicaraan langsung maupun media sosial kepada pihak yang paham masalah. Dia menyarankan masyarakat dapat melapor kepada aparat keamanan jika ada isu provokasi ataupun hoaks.

"Jangan dapat kabar apa-apa lalu disebar langsung. Tapi cari tahu kenyataannya dulu gitu," kata Lenis.

Lenis juga mengonfirmasi sebanyak 300 warga Papua mantan pengunjuk rasa yang sebelumnya berada di Kompleks Kelurahan Numbay, Distrik Jayapura Selatan, telah dipulangkan dengan selamat ke kediaman masing-masing. Mereka bersembunyi karena khawatir mendapat balasan dari masyarakat korban kerusuhan.

"Sudah, itu benar, mereka dipulangkan dan sudah selamat sampai di tempat tujuan. Mereka sudah dijemput semua," ujar Lenis terkait pemulangan ratusan warga itu ke daerah Abepura dan Waena.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA