Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Rektor UI: Pendidikan Moral di Indonesia Belum Maksimal

Senin 13 May 2019 13:48 WIB

Red: Esthi Maharani

Rektor UI Muhammad Anis

Rektor UI Muhammad Anis

Foto: Republika/Prayogi
pendidikan di Indonesia masih bertumpu pada kognitif atau akademik

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sepanjang sejarah pendidikan memiliki dua tujuan, yakni membantu manusia menjadi cerdas serta pintar, dan menjadikan lulusannya orang baik. Namun pendidikan di Indonesia masih bertumpu pada kognitif atau akademik yang bisa melahirkan orang cerdas, tapi pendidikan moralnya belum maksimal.

Hal tersebut disampaikan Rektor Universitas Indonesia (UI), Muhammad Anis saat menjadi pembicara di Pengkajian Ramadhan Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada Senin (13/5). Menurutnya pendidikan moral yang belum maksimal berpengaruh terhadap bangsa.

Dalam diskusi bertema "Reinvensi Pendidikan Nasional untuk Penguatan Karakter dan Keadaban Bangsa". Anis menegaskan bahwa membangun karakter bangsa merupakan tanggungjawab bersama.

"Pemerintah telah melakukan banyak hal, namun hasilnya belum maksimal, masih banyak penyimpangan moral, tidak jujur, korupsi dan lain-lain," kata Anis.

Ia menjelaskan, pada dasarnya setiap orang memiliki kebajikan. Tapi jika tidak dididik akan menjadi seperti binatang atau bersikap buruk. Semua manusia juga dilahirkan dalam keadaan suci, tergantung orang tuanya akan menjadikan anak mereka seperti apa.

Artinya pendidikan dan cara mengasuh anak sangat penting dan menjadi kunci dalam pembangunan karakter yang baik. Maka tugas perguruan tinggi sangat berat karena bukan hanya menghasilkan lulusan cerdas tetapi juga harus berkarakter.

"Perguruan tinggi harus menghasilkan lulusan yang dapat berkontribusi pada bangsa melalui riset," ujarnya.

Rektor UI itu menerangkan, terminologi pendidikan karakter dibuat sejak tahun 1900. Diperkenalkan tiga elemen penting, yaitu mengetahui hal baik, mencintai kebaikan dan melakukan kebaikan. Namun karakter harus dibiasakan sehingga bisa membangun karakter terpelajar.

Menurutnya, pendidikan harus membangun karakter siswa agar mereka menjadi baik. Dalam hal ini perguruan tinggi harus melakukan penanaman nilai, model, keahlian, mengembangkan pendidikan terkait dan moral.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA