Kamis , 16 Juni 2011, 21:32 WIB

Bunga Bangkai di Rumah Ketua RT Jenis Amorphophallus

Red: Krisman Purwoko
flickr
Amophophallus
Amophophallus

REPUBLIKA.CO.ID,BOGOR--Bunga bangkai yang mekar di pekarangan rumah ketua RT di Desa Cimandala RT 07/RW 01 Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat merupakan jenis Amorphophallus (Araceae) Paenoniifolius. "Bunga jenis ini bisa tumbuh dimana saja, biasanya di tempat yang lembab, tidak terlalu kering dan tidak terlalu basah," kata Peneliti Kebun Raya Bogor-LIPI, Yuzammi, di Bogor, Kamis.

Yuzammi mengatakan, tumbuhnya bunga bangkai di pemukiman warga diduga biji bunga bangkai terbawa oleh binatang ke tempat tersebut. Saat umbinya terbentuk dengan sempurna, baru bungan akan mekar. Bunga bangkai jenis ini, lanjut Yuzammi merupakan bunga bangkai yang biasa tumbuh di beberapa tempat di Jawa hingga Sulawesi.

Yuzammi mengatakan, dalam waktu tiga atau empat hari, diperkirakan bunga yang sudah mekar akan layu dan mati. "Nanti bisa mekar lagi. Tergantung umbinya," katanya. Menurut Yuzammi bunga bangkai jenis tersebut rata-rata mekar pada sore hingga malam hari. Ada yang berbau saat kuncup saja, ada juga yang berbau dari kuncup hingga mekar.

Bau menyengat bunga bangkai digunakan untuk menarik serangga untuk membangtu proses penyerbukan. Sebab, bunga bangkai termasuk bunga primitif yakni bunga jantan dan betinanya masih terpisah dan telanjang (sederhana). "Bunga bangkai jenis ini biasa disebut suwek oleh orang awam," kata Yuzammi.

Lebih lanjut Yuzammi menambahkan, saat ini, pihaknya tengah dalam tahap penelitian mengenai bunga bangkai jenis ini. Karena berdasarkan sejumlah penelitian, dan pengalaman masa kemerdekaan dulu, umbi bunga bangkai ini bisa menjadi sumber pangan alternatif bagi masyarakat. "Umbi bunga bangkai ini hampir sama dengan jeli konyak dari Jepang. Dulu masyarakat kita disuruh mengumpulkan umbi bunga bangkai ini untuk bahan makanan tentara Jepang," kata Yuzammi.

Namun, lanjut Yuzammi, tidak semua orang bisa mengkonsumsi umbi bunga bangkai khususnya bagi mereka yang memiliki alergi gatal, karena jika dikonsumsi oleh orang yang alergi sering menyebabkan gatal-gatal.

Beberapa wilayah di Jawa Tengah dan jawa Timur sekitarnya, umbi bunga bangkai sudah sering dikonsumsi. Karena pada umumnya aman dan memang berpotensi sebagai sumber bahan pangan karena masuk dalam keluarga talas.

Yuzammi menambahkan, penyebaran bunga bangkai jenis ini cukup luas di hampir seluruh wilayah di Indonesia. Bunga bangkai jenis ini juga bukan termasuk bunga langka. "Bunga bangkai tidak sama dengan bunga Rafflesia. Ia tidak dikategorikan langkah, karena bunga bangkai merupakan tanaman utuh, dan tumbuh dari biji yang berkembang menjadi umbi. Sementara, Rafflesia merupakan tumbuhan parasit yang numpang hidup pada inangnya," katanya.

Setangkai bunga tumbuh diperkarangan rumah milik Kasmun ketua RT 07/RW 01, Desa Cimandala, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. Kemunculan bunga tersebut mengundang keingintahuan warga dan anak-anak dari sekitar desa tersebut untuk menyaksikan bunga bangkai yang baru pertama kali ini mekar di lingkungan mereka.

Bunga tersebut pertama kali mekar Senin (13/6) malam. Bunga tersebut memiliki warna coklat kemerahan, dengan tinggi sekitar 0,5 meter dengan lebar kelopak sekitar 30 centimeter dan memiliki mahkota berukuran besar dengan ketinggian dari kelopak sekitar 20 centimeter.

Sumber : Antara

Berita Terkait