Rabu , 18 Oktober 2017, 14:52 WIB

Ribuan Warga Bogor tak Miliki KTP-El

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Andi Nur Aminah
Republika/Prayogi
Ilustrasi KTP elektronik (e-KTP)
Ilustrasi KTP elektronik (e-KTP)

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Ribuan warga di Kota Bogor, Jawa Barat, belum memiliki KTP elektronik (KTP-el) sebagai kartu identitas yang sah. Tercatat, dari 724.157 jiwa yang wajib memiliki KTP-el, ada 21.375 jiwa yang sama sekali belum melakukan perekaman data.

"Untuk jumlah yang sudah melakukan rekam data itu sebanyak 702.782 jiwa. Artinya, jumlah tersebut adalah jumlah yang yang sudah memiliki KTP-el dan yang hingga kini masih dalam proses pengolahan data di pusat," ungkap Kepala Bidang Penyajian Informasi, Administrasi, Kependudukan, dan Pemanfaatan Data pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor, Ari Setyaningsih saat ditemui Republika.co.id, Rabu (18/10).

Ari menyatakan, dari data yang dihimpun per tanggal 19 September 2017, sebanyak 47.093 jiwa telah berstatus Print Ready Record (PRR). Artinya, KTP-el telah siap dicetak dan dibagikan Disdukcapil Kota Bogor.

Adapun yang telah melakukan rekam data namun masih diproses oleh pusat, Ari mengatakan, yaitu 23.592 jiwa dengan status Send For Enrolmen (SFE) atau gangguan pengiriman. Dan sebanyak 3.952 jiwa dengan status Bio-captured atau proses perekaman.

Menurut Ari, untuk mencetak KTP-el yang berstatus PRR tersebut, pihaknya hanya membutuhkan waktu sekitar satu minggu. Setelah itu, dibagikan dengan terlebih dahulu memberikan informasi via SMS kepada warga yang KTP-el nya telah tercetak.

"Tapi kalau yang berstatus SFE dan Bio-Captured kami belum bisa tentukan, karena itu kaitannya dengan pendataan dan server di pusat," kata Ari menjelaskan.

Hingga kini, Ari mengaku, masih menerima banyak keluhan dari warga yang terpaksa memakai surat keterangan (suket) atau KTP sementara, sebelum KTP-el miliknya selesai. Karenanya, dia berharap warga dapat mengerti bahwa semuanya harus disesuaikan dengan aturan dan sistem yang ada di pusat.

"Terlebih kan setelah adanya kasus korupsi itu, jadi banyak pejabat baru yang mengganti pejabat sebelumnya. Dan mereka pun jadi semakin hati-hati dalam bertindak," kata Ari.

Meski begitu, lanjut Ari, untuk saat ini pihaknya tidak mengalami kekurangan blanko KTP-el. Sebab, dua pekan lalu, Disdukcapil kota Bogor telah didrop 12 ribu blanko untuk mencetak KTP-el.