Rabu , 02 March 2011, 10:00 WIB

Sekolah di Timika Pertanyakan Keterlambatan Pencairan Dana BOSDA

Red: Djibril Muhammad

REPUBLIKA.CO.ID, TIMIKA - Kepala SMK Petra Timika, Fredrik Yembise mempertanyakan keterlambatan pencairan dana BOS Daerah (BOSDA) yang dianggarkan dalam APBD Mimika 2010. "Sekolah-sekolah di Mimika sudah mewujudkan pendidikan gratis sebagaimana program Bupati Klemen Tinal. Kalau operasional sekolah tidak dibantu oleh pemerintah, apakah kita harus minta kembali ke orang tua untuk menutup operasional sekolah selama 2010," tanya Yembise, Rabu (2/3).

Ia mengaku tidak mengetahui alasan sesungguhnya mengapa Pemkab Mimika belum mencairkan dana BOS daerah 2010. Namun menurut dia, jika tidak sesegera mungkin dicairkan maka akan sangat mengganggu operasional sekolah-sekolah setempat. "Masalahnya sekarang kita mau menghadapi ujian. Bahkan di sekolah kami sementara berlangsung ujian kompetensi dan ujian nasional berlangsung akhir Maret," jelas Yembise.

Ia menuturkan, pada 2008 sekolahnya mendapat alokasi dana BOS dari Pemkab Mimika sebesar Rp 570 juta dan tahun 2009 sebesar Rp 730 juta. Selain dana BOS daerah, SMK Petra Timika juga mendapat alokasi dana pembebasan SPP sebesar Rp 200 juta.

Dana BOS daerah termasuk dana pembebasan SPP tersebut digunakan untuk membiayai seluruh operasional sekolah untuk mendukung kebijakan pendidikan gratis yang menjadi program Bupati Klemen Tinal. Konsekwensinya, katanya, SMK Petra membebaskan siswa dari berbagai jenis pungutan.

"Semua kita bebaskan, bahkan modul pembelajaran siswa disiapkan oleh sekolah secara gratis dan juga les tambahan tidak dikenakan biaya," jelas Yembise.

Saat ini terdapat 747 siswa yang sekolah di SMK Petra Timika. Para siswa itu terbagi pada tiga jurusan yaitu
administrasi perkantoran, akuntansi keuangan dan teknik komputer jaringan.

Sumber : Antara