Kamis , 02 December 2010, 22:42 WIB

HIV/AIDS Masuk Kurikulum Sekolah Papua

Red: Djibril Muhammad
Peduli AIDS
Peduli AIDS

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA--Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Provinsi Papua, James Modouw, mengatakan mulai tahun 2011 HIV/AIDS akan masuk dalam kurikulum sekolah di wilayah tersebut. "HIV/AIDS pada 2011 akan masuk dalam kurikulum sekolah di Papua," katanya.

Moduow yang juga ketua panitia perayaan HAS 2010 Provinsi Papua mengatakan, pihaknya melakukan kebijakan tersebut untuk menekan laju penyebaram HIV di Papua yang cukup tinggi dibanding provinsi lain di Indonesia.

"Kami telah mengambil kebijakan bahwa kompetensi HIV/AIDS akan diikutsertakan dalam proses pembelajaran di sekolah-sekolah baik dari tingkat dasar hingga tingkat atas," katanya.

Empat daerah yang telah mengimplementasikan kurikulum baru itu di sekolah-sekolah yakni Biak, Timika, Jayawijaya dan Jayapura. Implementasi tersebut ada tiga strategi yaitu, berupa muatan lokal, integrasi pada mata pelajaran yang relevan dan pengembangan diri. "Ketiga strategi ini akan dipilih oleh sekolah-sekolah sesuai dengan KTSP yang barlaku," katanya.

Untuk mereaslisasikan hal tersebut, Modouw juga mengatakan, pihaknya bersama Kementerian Pendidikan Nasional, Biro Hukum Setda Provinsi Papua, dan perwakilan UNICEF Jayapura telah menyusun Rancangan Peraturan Gubernur Provinsi Papua tentang Pengarustamaan HIV/AIDS melalui sektor pendidikan.

"Dalam Pergub ini nantinya akan dijelaskan kurikulum, buku panduan umum, silabus serta petunjuk teknis lainnya, sehingga diharapkan bapak Gubernur segera mengesahkannya," katanya.

Modouw juga mengungkapkan, menurut Kepala Pusat Kurikulum Balitbang Kementerian Pendidikan Nasional bahwa dari 33 Provinsi di Indonesia baru Provinsi Papua yang telah mengembangkan kurikulum HIV/AIDS.

"Papua yang pertama masukan HIV/AIDS dalam kurikulum sekolah, dan dengan itu dinas kami diundang panitia HAS tingkat nasional 2010 untuk mengisi stand pendidikan pencegahan HIV/AIDS di Plaza Kemendiknas Jakarta," ungkapnya.


Sumber : antara