Ahad , 09 Juli 2017, 22:40 WIB

Pelaku Bom Panci Disebut Berasal Dari Keluarga Broken Home

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Muhammad Hafil
Dokumen Polda Jabar
Lokasi ledakkan bom panci di Bandung.
Lokasi ledakkan bom panci di Bandung.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Peristiwa meledaknya bom panci oleh Agus Wiguna (22 tahun) di Kampung Kubang Bereum, Kelurahan Sekejati, Kecamatan Buah Batu, Kota Bandung ikut menggegerkan warga Kampung Cibeleuntuk, Desa Bojong, Kecamatan Bungbulang Garut, Jawa Barat. Pasalnya Agus tercatat sebagai warga Kampung Cibeleuntuk.

Kepala Desa Bojong, Suhyani merasa kaget bahwa Agus yang tercatat sebagai warganya melakukan aksi nekat. Menurutnya, selama ini Agus tidak menunjukan gelagat mencurigakan.

"Kami sangat kaget dengan peristiwa meledaknya bom panci yang dilakukan oleh salah seorang warga kami Agus Wiguna,yang selama ini dikenal baik warga," katanya pada wartawan, Ahad (9/7).

Ia menyebut usai menamatkan sekolah aliyahnya di Bungbulang Garut pada tahun 2014 lalu,Agus melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi swasta di Cimahi. Ia mengakui Agus kerap pulang ke rumahnya di Garut seperti selayaknya anak perantau.

"Selama kuliah dan apabila menyempatkan untuk pulang kampung tidak pernah tersirat ada prilaku yang mencurigakan seperti halnya anak mahasiswa lainnya," ujarnya.

Sepengetahuan warga serta kades setempat, Agus tidak berafiliasi atau tergabung dengan kelompok ekstrim atau radikal. Ia seperti halnya warga biasa berbaur dengan warga sekampungnya. Hanya saja, yang mencolok dari dirinya lantaran berasal dari keluarga yang mengalami perceraian. Ia berasal dari pasangan Ai dan Mardi yang sudah lama berpisah sejak ibunya Ai mengandung Agus tiga bulan. Agus sempat dirawat oleh ibunya selama dua tahun.

"Setelah ditinggal ibunya ke Cimahi Agus dirawat oleh nenek kakeknya hingga menyelesaikan bangku sekolah aliyahnya dan akhirnya pada tahun 2014 silam Agus meneruskan pendidikannya di cimahi," ucapnya. 

Sebelumnya, lewat keterampilan merakit bom dari internet, Agus melakukan aksi merakit bom panci. Tetapi bom rakitannya itu mengalami kesalahan teknis hingga meledak sendiri pada pukul 15.30, kemarin. Tidak ada korban dalam ledakan itu. 

Saat polisi datang ke lokasi, ditemukan panci berisi paku dan rangkaian bom yang sudah meledak. Dalam keterangan awal polisi, Agus rencananya akan meledakan Cafe Bali di Jalan Braga, rumah makan celengan di Astana Anyar dan Gereja Buahbatu.