Selasa , 15 August 2017, 00:31 WIB

Tiga Orang Bersenjata Tembaki Penghuni Hotel di Burkina Fuso

Rep: marniati/ Red: Budi Raharjo
Senjata api (Ilustrasi)
Senjata api (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,BURKINA FASO -- Pemerintah Burkina Fuso memastikan 20 orang tewas dan beberapa orang terluka dalam serangan teroris di pusat Ibu Kota Burkina Faso, Ouagadougou.

Dilansir dari bbc.com, Senin (14/8), saksi mata mengatakan bahwa tiga orang bersenjata menembaki pelanggan yang duduk di luar hotel dan restoran. Pusat penembakan terjadi di Hotel Bravia dan Restoran Istanbul Aziz. Penembakan terjadi pada pukul 9 malam waktu setempat Ahad (13/8).

Juru bicara pemerintah Burkina Faso Remis Dandjinou mengatakan korban tewas berasal dari sejumlah negara. Pemerintah Burkina Fuso belum bisa memastikan warga negara dari korban tewas ini karena proses identifikasi masih berlangsung. Namun pihak rumah sakit di kota tersebut mengatakan bahwa salah satu dari korban tewas merupakan warga negara Turki.

“Kami mengevakuasi 11 orang tapi satu di antaranya, seorang warga Turki meninggal saat tiba di rumah sakit," kata paramedis seperti dilansir ndtv.com.

Kementerian luar negeri Turki juga telah mengonfirmasi bahwa salah satu korban tewas adalah warganya. Laporan yang belum dikonfirmasi mengatakan korban tewas lainnya merupakan warga negara Prancis.

Pada saat penyerangan terjadi, polisi mengevakuasi waga sipill dari daerah tersebut sebelum kemudian melancarkan serangan balasan, dengan tembakan terdengar di malam hari. Suasana mencekam sempat terjadi di pusat kota. Kendaraan beralapis baja juga terlihat di lokasi kejadian.

Seorang saksi mata mengatakan ia melihat beberapa truk atau jip yang melaju melewati jalan raya yang dikendarai oleh tentara. Polisi dengan membawa senjata AK47s juga menuju lokasi. “Saya mendengar banyak penembakan dan kemudian saya ketakutan dan masuk ke dalam rumah. Saya sudah mendengar sedikit tembakan." katanya

Seorang tentara mengatakan bahwa ada sandera di lantai satu dan dua restoran Turki du lantai tersebut. Pada saat peristiwa terjadi, Walikota Ouagadougou dan menteri terkait berada di lokasi kejadian.

Hingga senin pagi, belum ada pihak yang menyatakan bertanggung jawab terhadap penyerangan tersebut. Kantor Kejaksaan telah membuka penyelidikan atas insiden tersebut. Ada kekhawatiran bahwa serangan ini dilakukan oleh salah satu afiliasi al-Qaeda yang aktif di wilayah Sahel.

Jurubicara polisi Guy Ye mengatakan bahwa target serangan adalah restoran Turki yang dikenal dengan nama Aziz Istanbul. Kapten polisi Guy Ye menambahkan, penyerang tiba di lokasi kejadian menggunakan sepeda motor dan mulai menembak secara acak.

Akibat insiden ini, pasukan militer Burkina Fuso telah menutup akses menuju pusat kota dan kedutaan AS di Ouagadougou telah memperingatkan warganya untuk menghindari daerah tersebut.

Selain menutup pusat kota, pemerintah Burkina Fuso juga menutup semua jalan menuju Bandara Internasional Ouagadougou. Pemerintah memastikan bahwa penyerangan telah berakhir dan kondisi kembali normal. Dua pelaku penyerangan diketahui tewas oleh pasukan keamanan dalam baku tembak terjadi.

Sumber : Center