Senin , 26 June 2017, 23:28 WIB

Mahasiswa IPB Raih Juara Kompetisi Esai Tingkat ASEAN

Red: Irwan Kelana
Dok IPB
Mahasiswa IPB berrhasil menjadi juara ketiga lomba esai tingkat Asia Tenggara.
Mahasiswa IPB berrhasil menjadi juara ketiga lomba esai tingkat Asia Tenggara.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR --  Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), yakni Fardhani Rezky Pradipta, Dendy Gunawan dan Apip Nurdin, berhasil meraih 3rd place pada ajang South East Asian Marine Affairs and Fisheries Student Conference and Congress (SEAMAFSCC) akhir tahun lalu.

SEAMAFSCC terdiri dari rangkaian acara kompetisi esai, konferensi simposium dan dilanjutkan dengan tur kampus dan kunjungan wisata. Event yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai universitas dari berbagai negara ASEAN.

Siaran pers IPB yang diterima Republika.co.id, Jumat (23/6) menyebutkan, kegiatan tersebut bertujuan agar  mahasiswa mampu mencari solusi untuk kemajuan kemaritiman di Indonesia. “Mahasiswa yang mengikuti event  ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menanggapi dan menyelesaikan masalah kemaritiman di ASEAN,” kata Dendy Gunawan.

Ia menambahkan, tim Fardhani mengikuti kompetisi kategori esai. Peserta yang menjadi finalis ada empat tim dari IPB, satu tim dari ITB dan satu tim dari UGM, setiap tim maksimal empat orang. “Proses pendaftaran dilakukan selama dua bulan, hanya diambil 10 tim dengan esai terbaik,” tuturnya.

Dendy menjelaskan tentang ide yang diangkat timnya dalam esai tersebut. Mereka membuat sistem informasi iklim berbasis teknologi komunikasi dan informasi. Maritim Indonesia memiliki potensi namun masih banyak nelayan yang bergantung pada cuaca untuk menentukan kapan mereka harus melaut. “Maka diperlukan informasi terkait cuaca yang bersifat real-time yang mudah untuk diakses,” ujarnya.

Faktanya, 83 persen  nelayan di Indonesia sudah menggunakan handphone, informasi cuaca nantinya bisa didapatkan melalui SMS, internet, TV atau radio. Kelebihan dari ide ini adalah nelayan tidak perlu menebak-nebak kapan harus melaut karena kondisi cuaca yang tidak stabil, karena semua informasi bisa didapatkan dengan akses mudah dan cepat.

Dengan gagasannya tersebut tim ini akhirnya mampu meraih juara 3. “Juara 3 termasuk pencapaian yang di luar ekspektasi kami, karena mengikuti perlombaan seperti ini merupakan hal yang pertama bagi saya pribadi,” papar  Dendy.