Jumat , 14 April 2017, 13:53 WIB

Anak Gemuk Cenderung Terkena Asma dan Kanker

Red: Ani Nursalikah
eivf.net
Anak Obesitas (ilustrasi)
Anak Obesitas (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Sebuah penelitian yang dilakukan oleh The Australian Institute of Health and Welfare (AIHW) menyebutkan bahwa anak-anak yang kegemukan dan terlalu gemuk memiliki 35 persen kemungkinan terkena asma, sementara remaja memiliki kemungkinan terkena kanker dan penyakit berhubungan dengan pencernaan.

Untuk pertama kalinya, AIHW melakukan penelitian terhadap mereka yang berusia di bawah 25 tahun, untuk menyelidiki masalah kesehatan yang dialami berhubungan dengan Indeks Massa Tubuh (BMI).

Juru bicara AIHW Lynelle Moon mengatakan anak-anak dan remaja akan memiliki kemungkinan 35 persen lebih besar terkena asma bila mereka kegemukan atau terlalu gemuk (obesitas).

"Sudah ada bukti jelas mengenai hubungan ini. Ini sudah cukup kuat, dan konsisten ditunjukkan dari berbagai penelitian, dan ini menunjukkan hubungan sebab akibat." katanya.

Anak laki-laki juga besar kemungkinan terkena asma dibandingkan anak perempuan, karena anak-anak laki-laki cenderung lebih gemuk. Kegemukan juga diperkirakan menjadi sebab adanya pembengkakan di dalam tubuh, hal yang juga menjadi faktor penyebab asma.

Tetapi bukan asma saja yang menjangkiti anak-anak yang kegemukan, peneliti menemukan bahwa remaja yang kegemukan juga berisiko terkena berbagai jenis kanker, dan penyakit yang menyangkut pencernaan.

Kanker dan dementia bagi orang dewasa yang kegemukan

Para peneliti AIHW menggunakan data dari Survei Kesehatan Australia di tahun 2011-2012, yang menemukan bahwa lebih dari 60 persen warga dewasa Australia dan 25 persen anak-anak Australia mengalami kegemukan.

AIHW sudah memiliki sejumlah daftar penyakit yang berhubungan dengan tingginya angka BMI, namun sekarang menambah beberapa lagi. Ditemukan bahwa bila seseorang mengalami kegemukan antara usia 35 sampai 64 tahun, mereka memiliki 41 persen lebih tinggi untuk terkena dementia, dibandingkan mereka yang memiliki BMI dalam kategori sehat.

Dementia lebih mungkin terjadi pada wanita yang kegemukan dan terlalu gemuk.

"Ini jelas menunjukkan faktor tradisional yang kita lihat berhubungan dengan penyakit jantung dan diabetes juga menjadi faktor tradisional kuat untuk menyebabkan dementia juga." kata Dr Moon.

Leukaemia, kanker hati, kanker kandungan, kanker tenggorokan, penyakit yang berhubungan dengan pencernaan, dan asam urat juga dimasukkan dalam daftar penyakit yang disebabkan karena kegemukan.

Bagi orang dewasa, penyakit jantung dan stroke menjadi dua masalah kesehatan utama yang bertalian dengan kegemukan. Penelitian menemujkan bahwa mereka yang menurunkan berat badan 3 kilogram saja, bisa dengan drastis mengurangi kemungkinan terkena penyakit yang berhubungan dengan berat badan mereka.

"Sampai sekitar 34 persen penyakit di masa depan karena kegemukan dan terlalu gemuk di kalangan mereka yang berusia 5-14 bisa dihindari bila mereka yang beresiko di tahun 2011 itu mengurangi 1 BMI mereka. "

Sumber : http://www.australiaplus.com/indonesian/gaya-hidup-nad-kesehatan/anak-yang-gemuk-cenderung-terkena-asma-and-kanker/8442302

Berita Terkait