Sabtu , 09 Juni 2012, 18:48 WIB

Yuk, Tiru Ribuan Warga Bali Bersihkan Pantai

Rep: Zaky Al Hamzah/ Red: Hafidz Muftisany
viewnature
Pantai di Bali, ilustrasi
Pantai di Bali, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, BADUNG-- Ribuan peserta dari berbagai elemen masyarakat, termasuk warga asing, membersihkan sampah di pantai Kedonganan dan Pantai Samuh, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (9/6).

Sedangkan, sekitar 30 penyelam profesional dari dalam dan luar negeri juga ambil bagian membersihkan laut dalam di Pantai Nusa Dua, Bali. Acara bertajuk Beach and Underwater Clean-Up tersebut merupakan bagian dari pencanangan Coral Triangle Day Festival 2012 yang dibuka Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo.

Ketua Panitia Beach Clean Up Wayan Yustisia mengungkapkan acara ini diikuti dua ribu peserta, dari siswa, mahasiswa, aktivis lingkungan, serta sukarelawan dari berbagai negara. "Ini bentuk suara kami peduli pada lingkungan.Saya tidak menyangka, acara ini diikuti banyak peserta," ujar Wayan kepada Republika.

Dalam sambutannya, Menteri Sharif mengapresiasi aksi bersih pantai yang dilakukan ribuan peserta. Sampah plastik, katanya, merupakan masalah utama kelestarian pantai, termasuk keberlangsungan terumbu karang. "Karena plastik sulit terurai, sehingga bisa mengganggu ekosistem laut," katanya.

Dengan gangguan itu, pertumbuhan biota laut, terutama produktivitas ikan menjadi menurun. Kegiatan Beach Clean Up secara resmi dalam acara itu akan jadi contoh kebersihan pantai di seluruh pesisir pantai Indonesia. Selain Bali, acara Beach Clean Up juga dihelat di Pantai Senggigi, Lombok, NTB.

"Selanjutnya, di sejumlah pantai di Indonesia," katanya. Coral Triangle Day Festival merupakan implementasi CTI yang digagas Indonesia bersama lima negara anggota Coral Triangle Initiative for Coral Reef, Fisheries and Food Security (CTI-CFF) pasca ajang WOC tahun 2009 silam di Manado, Sulawesi Utara.

Data Kementerian Kelautan dan Perikanan, kawasan segitiga terumbu karang (coral triangle) menjadi tempat perkembangbiakan berbagai spesies perairan di wilayah ini. Di Indonesia saja ada 1.650 spesies yang bergantung pada terumbu karan