Ahad , 16 July 2017, 14:57 WIB

KPAI Diharapkan tak Terjebak Siasat LGBT

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Maman Sudiaman
AP
Ilustrasi komunitas LGBT India
Ilustrasi komunitas LGBT India

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Rencana Komisi Perlindungan Anak dan Ibu (KPAI) untuk mengajak para ahli untuk melakukan pembahasan terhadap anak-anak LGBT dipertanyakan. KPAI pun diharapkan tidak terjebak terhadap 'siasat' kalangan LGBT.

"Apa sebenarnya yang dimaksud sengan anak-anak LGBT? Sebutan tersebut saya yakini merupakan muslihat kalangan LGBT bahwa preferensi seksual mereka merupakan sesuatu yang bersifat bawaan dan jejaknya sudah ada sejak usia dini," ujar pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri kepada Republika.co.id, Ahad (16/7).

Reza melanjutkan, dengan kondisi sedemikian rupa, tujuan kalangan LGBT adalah memperkuat kampanye mereka. Kampanye yang menyebutkan, menjadi LGBT adalah bukan abnormal dan bukan penyimpangan, sehingga, tidak ada alasan untuk mempersoalkannya.

"Saya sebenarnya menolak jika pembahasan yang direncanakan itu berangkat dari asumsi nol. Dalam isu LGBT, asumsi kita harus satu, yaitu LGBT adalah abnormalitas seksual," kata Reza.

Ia pun berharap, KPAI dengan seksama dan hati-hati dalam menggagas rencana tersebut. Reza tidak ingin KPAI terjebak dalam siasat kalangan LGBT.

Sebelumnya, KPAI berencana akan mengumpulkan para ahli terkait LGBT anak. Hal itu dilakukan sebab posisi KPAI dalam hal persoalan anak-anak Indonesia melihat secara komprehensif dan terintegrasi.

"Untuk ke depan, saya akan diskusikan dengan komisioner yang lain termasuk dengan para ahli," ujar Komisioner KPAI Jasra Putra menjawab pertanyaan yang disampaikan Reza beberapa hari lalu.