Sunday, 16 Rajab 1434 / 26 May 2013
find us on : 
  Login |  Register

Does Malaysia claim Indonesian dances?

Monday, 18 June 2012, 23:19 WIB
Komentar : 0
Antara/Agus Apriyanto
Some Indonesian artists wear ulos, traditional woven fabric of Batak culture. There is some
Some Indonesian artists wear ulos, traditional woven fabric of Batak culture. There is some "rumor" that Malaysia trying to claim Tor-tor dance, one of Batak dances, as its cultural heritage.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR - Malaysia will claim Tor-tor Dance and Gondang Sambilan which belongs to Mandailing, as their cultural heritage. But the Indonesian Embassy to Malaysia said it was only a misunderstanding.

"It is just misunderstanding on the definition of heritage and language," the spokesman on Social and Culture in Indonesian Embassy to Malaysia, Suryana Sastradireja, said on Monday.

After calling the Malaysia's Ministry of Information, Communication, and Culture and the Mandailing People United in Malaysia, Sastradireja said that Malaysia dismissed the issue of Malaysian intention to claim Tor-tor Dance and Gondang Sambilan.

"Malaysia will only do acknowledgement over the heritage owned by Malaysian Mandailing people," he said. Malaysia will also write its history, which is from Mandailing, North Sumatera, Indonesia.

He explained that many Mandailing people came to Malaysia hundred years ago. They long for their art and culture to be presented in Malaysia.

"Along this time, Mandailing culture is rarely presented in Malaysia," he said. For that, they want the cultures to be acknowledged in heritage deed 2005.

"If the cultures are cited on heritage deed, it will be conserved and practiced because Malaysia government will pour some financial assitance," he said.

 

 

 

 

 

Reporter : Satya Festiani
Redaktur : Yeyen Rostiyani
Sumber : Antara
1.077 reads
Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.(QS Al-Baqarah: 39)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Cukup 90 Hari, Cina Bangun Tower Tertinggi di Dunia
CHANGSA--Rencana perusahaan Cina, Broad untuk membuat gedung tertinggi di dunia dalam waktu tiga bulan saja bukanlah isapan jempol belaka. Rencana itu...