Jumat , 29 October 2010, 05:39 WIB

Walikota Berlin Sarankan Jakarta Bangun MRT

Red: Krisman Purwoko

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Walikota Berlin Klaus Wowereit menyarankan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membangun sistem transportasi cepat massal (MRT) untuk mengatasi kemacetan lalu lintas. Hal tersebut diungkapkan Klaus dalam salah satu sesi pertemuan para gubernur dan walikota dalam The 1st The Asia-Europe Meeting (ASEM) Meeting for Governors and Mayors di Jakarta, Kamis.

Klaus mengatakan pihaknya telah mengembangkan sistem transportasi publik di kota Berlin dengan membangun jalur bus khusus, kereta bawah tanah, sistem kereta api untuk daerah pinggiran. "Itu adalah tujuan untuk masa depan. Bukan hanya berinvestasi untuk pengembangan jalan, melainkan juga untuk infrastruktur tranportasi untuk publik," katanya.

Ia berharap, Berlin dan Jakarta yang terhubung dalam jaringan kerja sama sister city dapat meningkatkan kerja sama dalam membangun infrastruktur untuk tranportasi publik. Pada kesempatan tersebut, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo meminta maaf kepada peserta pertemuan Gubernur dan Walikota Asia dan Eropa (ASEM) atas kemacetan lalu lintas yang dialami. "Saya meminta maaf atas kemacetan lalu lintas yang anda alami di Jakarta selama di sini," kata Fauzi yang akrab dengan pangilan Foke.

Foke mengatakan kemacetan lalu lintas terjadi karena semakin banyak pendatang dan semakin sejahtera warga Jakarta. Ia juga mengungkapkan pihaknya sedang membangun sistem transportasi massal untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di ibukota. "Kami sedang berusaha meningkatkan pelayanan transportasi massal berbasis BRT yaitu busway yang akhir tahun ini akan menjadi 10 koridor. Selain itu, juga akan dilakukan revitalisasi kereta api listrik dan sedang berusaha membangun MRT yang akan beroperasi 2016 di Jakarta," katanya.

Foke menjelaskan kemacetan di Jakarta disebabkan tak berimbangnya pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor dengan pengembangan jaringan jalan. Pertumbuhan kendaraan roda dua dan empat di Jakarta mencapai 6,7 juta unit, dengan pertumbuhan 1.172 unit per hari, sementara pertumbuhan jalan di Jakarta hanya 0,01 persen setiap tahunnya.

Sumber : ant

Berita Terkait