Kamis, 11 Sya'ban 1434 / 20 Juni 2013
find us on : 
  Login |  Register

Kalla: We must uphold impartiality in helping Rohingya

Wednesday, 15 August 2012, 21:37 WIB
Komentar : 0
Republika/Aditya Pradana Putra
The head of Indonesian Red Cross (PMI) Jusuf Kalla explains his fact and finding mission of Rohingya case in Jakarta on Tuesday. He visits Rohingya in Arakan, Myanmar, last week.
The head of Indonesian Red Cross (PMI) Jusuf Kalla explains his fact and finding mission of Rohingya case in Jakarta on Tuesday. He visits Rohingya in Arakan, Myanmar, last week.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – The head of Indonesian Red Cross (PMI) Jusuf Kalla discussed the plan of aid dispatch for Rohingya refugee in Myanmar with several humanitarian organizations and the media. “Indonesian Red Cross is offering humanitarian aids here. We must maintain the principals of impartiality and independence,” Kalla said on Tuesday.

Kalla has reviewed four reports related to Rohingya conflict issued by Rohingya people, Myanmar Government, Human Rights Watch, and the UN. “An event has much vague information. We must thoroughly see the source of the information,” he said.

The discussion was also attended by some representatives from Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), Fast Action Response (ACT), Dompet Dhuafa, Indonesian Humanitarian Forum (HFI), and National Board of Zakat (BAZNAS). Kalla’s effort to open diplomatic way to help Rohingya has gained some appreciations. 

“I appreciate an Indonesian figure like Jusuf Kalla to lead humanitarian diplomacy. Our discussion with the Ministry for Foreign Affairs several days ago said that Indonesian humanitarian diplomacy must be forwarded,” A representative of ACT, Imam Akbari, said.

 

 

 

Redaktur : Yeyen Rostiyani
Sumber : Antara
330 reads
Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” ([HR. Ahmad dalam bab Musnad Anshar radhiyallahu ‘anhum])
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Gerakan Dakwah Islam di Negeri Sombrero
MEXICO CITY--Populasi Muslim Meksiko terbilang paling sedikit diantara negara latin lainnya. Namun, semangat berislam Muslim Meksiko begitu luar biasa. Sejak pertengah...
Content x