Selasa, 11 Rajab 1434 / 21 Mei 2013
find us on : 
  Login |  Register

Indonesian Buddhists condemn Myanmar government

Monday, 30 July 2012, 23:00 WIB
Komentar : 0
Andrew Biraj/Reuters
A Rohingya refugee with her baby (illustration)
A Rohingya refugee with her baby (illustration)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Buddhist Indonesia Legal Aid condemns the Myanmar government over the violence towards Rohingya Muslim in the country. The Chairman of Buddhist Indonesia, Budiman Sudharma, said the Myanmar government’s repressive act was a human right violation.

Sudharma said the Myanmar government act was not in accordance with UN Charter signed at San Francisco Conference on June 26, 1945. It also violates Universal Declaration of Human Rights declared by United Nations General Assembly on December 10, 1948.

According to the declaration and charter, Myanmar government must protect its citizen without background dicrimination. “Myanmar government has never taken a firm step. Despite its minority status, Rohingya Muslim should be protected and have a decent life,” he said.

He added that if the conflict was ignored, it could lead to horizontal conflict. Sudharma also urges Myanmar Buddhist not to be provoked and involved in any repressive act.

Reporter : Satya Festiani/Fenny Melisa
Redaktur : Yeyen Rostiyani
478 reads
Salah satu di antara kalian tidak beriman sebelum ia mencintai saudaranya (atau beliau bersabda: tetangganya) seperti mencintai diri sendiri. (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Alhamdulillah, Malawi Bangun Universitas Islam Pertama
LILONGWE---Muslim Malawi tak lama lagi akan membuka Universitas Islam pertama di negara itu. Pembangunan kampus ini diharapkan dapat mempromosikan pendidikan modern dikalangan Muslim. Pembangunan...